Capacitive Touchscreen

22 Dec 2011 16:00 | Hits: 19824

Perbandingan Jenis Layar Smartphone - Resistive vs Capacitive Touchscreen

Anda mungkin sering bertanya-tanya mengenai perbedaan jenis layar Resistive vs Capacitive touchscreen yang selalu ada pada spesifikasi ponsel. Jika Anda bermaksud untuk membeli ponsel baru, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangakan dalam tren ponsel touchscreen, terutama spesifikasi layar Resistive vs Capacitive touchscreen. Karena dengan begitu Anda akan mengerti betul spesifikasi layar ponsel impian Anda.

Jenis layar Resistive vs Capacitive touchscreen merupakan jenis layar yang paling sering digunakan dalam sebuah ponsel touchscreen, bahkan para vendor pun tak segan untuk menjadikan mereka sebagai sesuatu yang perlu ditonjolkan di pasaran. Untuk mengetahui perbedaannya, simak ulasan dari beberapa spesifikasi di bawah ini.

Cara Kerja

Alasan utama dari perbedaan kedua jenis layar ini dalam hal penggunaan adalah bahwa cara mereka merespon sentuhan jari Anda dan prods-nya seperti dua kutub yang saling terpisah. Teknologi resistif bekerja ketika indera penekanan dari jari Anda terdeteksi. Resistif touchscreen sendiri terdiri dari beberapa lapisan, di mana lapisan yang paling atas di bawah jari Anda atau stylus adalah lapisan yang paling lentur, lalu melalui lapisan tersebut didorong ke lapisan di belakangnya dan secara efektif akan melengkapi sirkuit, selain itu juga akan memberikan instruksi yang cepat dari bagian layar ponsel mana yang sedang ditekan.

Capacitive touchscreen malah tidak bergantung pada tekanan, melainkan mereka menggunakan elektroda untuk merasakan sifat konduktif objek, seperti jari Anda. Jadi, mereka tidak akan bereaksi pada tekanan keras yang ada di permukaan layar ponsel suatu obyek, tetapi hanya akan bereaksi terhadap obyek tertentu.

Praktek

Berkat perbedaan inti dan pengalaman dalam menggunakan setiap jenis touchscreen hampir bisa dikenali. Ponsel yang paling terkenal dari beberapa tahun terakhir yang menggunakan jenis layar Capacitive touchscreen adalah Apple iPhone. Jenis layar ini memungkinkannya memberikan sentuhan antarmuka yang ringan.

Sebagai jenis layar Capacitive touchscreen, dia tidak akan memerlukan banyak kontak sama, Anda bisa menggesek layarnya dengan sentuhan yang ringan dan tentu saja memiliki respon yang baik ketika Anda melakukan perintah drag.

Sebagai perbandingan, sebagian besar ponsel berlayar Resistive touchscreen biasanya tidak akan bereaksi sama sekali ketika ada sentuhan yang sangat ringan. Tetapi ponsel Resistive touchscreen yang lebih baru seperti, Nokia N97 dan Samsung HTC Tattoo telah membuat Resisitive touchscreens mereka menjadi jauh lebih sensitif dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Meskipun demikian, Paseban belum melihat apakah jenis Resistive Touchscreen mampu menjadi Capacitive touchscreen atau tidak setelah adanya perbaikan. Intinya, jika Anda menggunakan jari untuk mengakses smartphone, layar kapasitif akan tampak jauh lebih responsif.

Yang paling sederhana adalah bahwa kedua jenis layar touchscreen ini tidak bergantung pada sifat organik jari Anda, sehingga dapat dioperasikan dengan apa saja meskipun tidak selalu berhasil. Sebuah poin plus yang lebih penting dari layar Resistif adalah bahwa mereka menawarkan potensi yang lebih untuk hal akurasi

Jika Anda mencoba untuk mengoperasikan salah satu ponsel touchscreen dengan jari Anda, akurasinya mungkin akan meleset ke luar jendela, tetapi apabila menggunakan ponsel Resistif dengan stylus Anda akan mendapatkan akurasi yang relatif.

Sistem operasi

Untuk akurasi, sebenarnya hanya akan terjadi jika ponsel Anda memberikan kesempatan kepada Anda untuk menggunakannya. iPhone Apple contohnya yang telah membuat navigasi light touch yang terlihat seperti agak kuno. Namun sistem operasi pada smartphone-nya malah semakin menjadi lebih Capacitive Friendly dengan ikon yang lebih besar dan integrasi gerakan yang lebih.

Windows Mobile selalu menjadi salah satu pemain kunci dalam ponsel Resistive touchscreen, di mana membiarkan pengguna ponselnya untuk mendapatkan dorongan agar terlibat dengan aplikasi yang menggunakan stylus. Meskipun sekarang Windows Mobile malah mengikuti apa yang Apple pikirkan dan lakukan.

Tahun 2009, Windows 6.5 sempat menawarkan update Finger Friendly yang dirancang untuk membuat sistem operasi yang akan semakin lebih mudah untuk diakses oleh para pengguna smartphone. Hasil dari jerih payah ini menghasilkan sistem operasi yang jauh lebih baik untuk dijadikan pasangan yang cocok dengan layar Capacitive, seperti HTC HD 2 yang terbukti sangat baik.

Kesimpulan

Berkat adanya peningkatan responsivitas dari jenis layar Resistive dan Capacitive touchscreen, mulai banyak perangkat low-end yang muncul namun tentunya dengan kualitas yang semakin baik dari sebelumnya. Namun bagi Anda yang memilih untuk menggunakan jari Anda ketimbang menggunakan Stylus, Paseban merekomendasikan ponsel yang memiliki dukungan Capacitive touchscreen.

Sementara ponsel yang menggunakan layar Resistive touchscreen untuk alasan anggaran, hal tersebut juga tidak akan menjadi sebuah pilihan yang buruk karena masih mampu menavigasi ponsel Anda dengan sentuhan yang sangat ringan. [MG]