Penjualan Nokia

22 Nov 2011 13:00 | Hits: 1315

Strategi Penjualan Nokia untuk Pasar Smartphone

Strategi Penjualan Nokia untuk Pasar Smartphone

Pada kuartal ketiga, menurut IDC, penjualan Nokia di seluruh dunia turun 37 persen menjadi 16,8 juta dari 26,5 juta ponsel tahun lalu. Padahal pengiriman smartphone tumbuh 43 persen pada kuartal ketiga tersebut.

Stephen Elop, kepala eksekutif Nokia, tidak putus asa, dan dia memiliki strategi perubahan. Sebuah rencana permainan koheren dan ambisius walaupun tidak terjamin keberhasilannya.

"Ada kesempatan yang luar biasa untuk diferensiasi," kata Mr Elop dalam sebuah wawancara.

Mr Elop menjelaskan, kemajuan penjualan Nokia tergantung pada kemampuannya untuk mengeksploitasi pasar dengan cepat bergeser di smartphone. Untuk itu Nokia beraliansi dengan Microsoft dan mengembangkan layanan berbasis pada aset sendiri, seperti pemetaan canggih perusahaan dan teknologi data lokasi, hal ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan Nokia untuk Pasar Smartphone.

Pasar smartphone adalah bisnis jaringan yang kuat dengan efek dimana semakin banyak orang yang menggunakan hardware dan software, maka semakin banyak pengembang aplikasi yang tertarik pada platform tersebut, yang mana aplikasi inilah yang akan menarik lebih banyak pengguna. Setelah itu efek bola salju akan berlangsung, dan itu bisa sangat kuat. Hal-hal seperti ini yang terjadi pada Apple dan Google Android. Samsung, misalnya, melompat ke jajaran atas pasar smartphone pada kuartal ketiga dan mendapatkan penjualan tiga kali lipat berkat smartphone populer Android.

Nokia memang bersaing dengan pembuat handset lainnya, seperti Samsung, HTC dan LG. Tapi menurut Mr Elop hal itu bukan urusan yang terbesar. "Prioritas tertinggi kami adalah untuk mengalahkan Android dan Apple," katanya. "Ini merupakan ekosistem untuk pertempuran ekosistem."

Dalam rangka mengalahkan Android dan Apple, smartphone Nokia mengembangkan layanan untuk mencoba membedakan dirinya dari para pemimpin smartphone. Nokia mengakuisisi Navteq, penyedia data pemetaan dan lokasi terkemuka, sebesar $ 8 miliar pada tahun 2007. Dimana ia memasok sistem GPS seperti Garmin dan Magellan, layanan peta online seperti MapQuest, Yahoo Maps, dan Bing Maps, dan data geografis untuk menciptakan medan jembatan di Flight Simulator Microsoft.

Nokia baru-baru mengumumkan layanan berbasis lokasi yang disebut Nokia Live View. Arahkan kamera smartphone di sebuah bangunan seperti Madison Square Garden, Anda akan menemukan bahwa perangkat in tidak hanya mengidentifikasi gedung tetapi juga penelusuran masa lalu, dan perilaku penunjang.

"Perangkat ini pada dasarnya platform sensor," kata Mr Elop. "Data lokasi Navteq merupakan salah satu aset terbaik yang kita miliki. Sepenuhnya mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam smartphone adalah area utama investasi bagi kami dan area nyata diferensiasi. "

Para Analis mengatakan strategi Nokia dalam aliansinya dengan Microsoft adalah masuk akal. Namun bahkan jika berhasil, akan memakan waktu dan banyak uang. "Melahirkan platform baru adalah hal yang besar," kata Al Hilwa, analis di IDC. "Ini adalah permainan jangka panjang, salah satu yang akan memakan waktu bertahun-tahun." Well, kita tunggu saja. ND