BlackBerry Bangkrut

04 Oct 2013 15:00 | Hits: 1809

Menjual Asetnya, Apakah Perusahaan BlackBerry Bangkrut?

Menjual Asetnya, Apakah Perusahaan BlackBerry Bangkrut?

BlackBerry Ltd. sebuah perusahaan smartphone ternama yang sepertinya sedang mengalami kemunduran dalam kiprahnya di dunia bisnis masih terus dihantam berita mengenai kebangkrutannya. Di tiap harinya ada saja berita terbaru mengenai kebangkrutan perusahaan ini dan berita-berita yang seperti itu tidak sebanding dengan keluarnya produk-produk BlackBerry yang baru. Setelah harga sahamnya turun sebanyak 24%, apakah perusahaan BlackBerry bangkrut?

Jika Anda mendengar berita terbaru dari perusahaan ini, mungkin Anda pun akan memberi asumsi yang sama tentang bangkrutnya BlackBerry Ltd. ini. Sebenarnya sejak tahun 2012 lalu banyak pengamat memprediksi bahwa perusahaan ini sebentar lagi akan mengakhiri masa kejayaannya. BlackBerry telah bertahan kurang lebih selama bertahun-tahun namun apakah mereka sanggup untuk terus-menerus ada di dalam kondisi seperti ini. Berita terbarunya adalah mengenai aset-aset BlackBerry yang akan dijual dan karena hal ini, apakah perusahaan BlackBerry bangkrut?

Menjual Aset

BlackBerry dikabarkan memiliki banyak aset di daerah Waterloo, Ontario, Kanada. Waterloo bukan merupakan pusat kota namun dibutuhkan banyak sekali dana untuk membangun sebuah kawasan seperti yang didirikan oleh perusahaan BlackBerry. Perusahaan ini dikabarkan memiliki sebanyak 20 gedung di Waterloo yang merupakan hasil dari kejayaannya selama 10 tahun terakhir. Menurunnya kinerja BlackBerry dalam meraih laba seperti dahulu membuatnya berpikir ulang untuk menjual atau memberdayakan gedung-gedung di kawasan real estate tersebut.

Pecat 4500 pekerja

Pada akhir bulan lalu perusahaan BlackBerry telah mengumumkan bahwa mereka akan merumahkan para pekerjanya sebanyak 4500 pekerja (total sebesar 40% dari keseluruhan pekerja). Imbas dari banyaknya pekerja yang dirumahkan ini membuat ruangan-ruangan pada kantor BlackBerry menjadi kosong. Pemangkasan jumlah tenaga kerja yang mencapai ribuan merupakan salah satu langkah yang diambil oleh pihak perusahaan dalam rangka mengurangi biaya operasional. Hal ini dikarenakan BlackBerry sedang mengalami penurunan dalam penjualan produknya pada beberapa tahun terakhir.

Disewakan

Pihak BlackBerry menyatakan dalam sebuah email bahwa mereka sedang dalam target untuk mengurangi pengeluaran sampai 50% sampai tiga kuartal berikutnya sehingga mereka mengoptimalkan ruang kerja mereka. Oleh karena itu, ruangan yang tidak terpakai akan disewakan pada mitra maupun masyarakat yang membutuhkan. Namun pihak BalckBerry akan tetap mempertahankan beberapa bangunan utamanya.

Saham dibeli

Ada hal lain yang membuat perusahaan ini memutar otak untuk terus bertahan di tengah persaingan yang semakin sengit. BlackBerry tengah dalam proses penjualan sahamnya kepada salah satu konsorsium. Konsorsium tersebut bernama Fairfax Financial Holdings Ltd. yang menawarkan pembelian saham BlackBerry sebesar US$9 per lembarnya.

Daerah ‘Technology Triangle’

Sebagai penghuni terbesar di Waterloo, BlackBerry dituntut untuk dapat memanfaatkan lahan kerjanya agar dijual atapun disewakan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat membantu BlackBerry dalam proses produksi di masa yang akan datang. Banyaknya gedung tempat BlackBerry bekerja membuat daerah Waterloo mendapat julukan ‘segitiga teknologi’ (Technology Triangle).

Pada laporan tahunannya, BlackBerry menyebutkan bahwa mereka memiliki area yang dibuat seperti sebuah kampus yang terdiri dari 27 gedung dan keenam gedungnya telah disewakan. Kampus yang berada di pusat dipakai untuk keperluan yang berhubungan dengan mesin, manufaktur, dan penelitian serta pengembangan operasi. Lalu bagian utara kampus yang baru saja mendirikan empat gedung baru dipakai untuk keperluan korporasi, administrasi, dan operasi finansial.

Harga Aset

Berdasarkan pengungkapan perusahaan, nilai dari daerah Waterloo tersebut dihargai $119 juta. Menurut Neeraj Monga, seorang analis dari Veritas Investment Research mengatakan bahwa akan sangat sulit dalam memprediksi harga keseluruhan gedung yang dimiliki oleh BlackBerry tersebut. Sejak 1984 BlackBerry merupakan penghuni terbesar di daerah tersebut dan Monga menghimbau agar perusahaan segera mengisi ruang-ruang yang kosong dengan para penyewa yang baru.

Kesimpulan

Keputusan BlackBerry dalam menjual asetnya akan berimbas pada produksi selanjutnya mengingat hasil dari penjualan tersebut untuk kepentingan biaya produksi. Sepertinya BlackBerry harus terus berjuang agar tidak salah langkah dalam setiap pergerakannya demi mengembalikan masa kejayaannya atau minimal tidak menjadi bangkrut. Perusahaan pun harus menyesuaikan diri dengan harga saham yang turun sehingga mempersulit dalam mencari investor baru. Belum lagi opini para pengamat yang terkesan memojokkan perusahaan serta opini publik yang sepertinya sudah kehilangan selera akan produk-produk keluaran BlackBerry. [QPE]