Cara Kerja Handphone

11 Jul 2012 14:30 | Hits: 4810

Cara Kerja Handphone Android oleh Para Penggunanya di Beberapa Negara

Cara Kerja Handphone Android oleh Para Penggunanya di Beberapa Negara

Setiap negara memiliki keunikkan tersendiri dalam hal penggunaan handphone. Tentunya setiap pengguna selalu terpengaruh dari budaya yang terdapat di dalam negara itu sendiri. Apabila Anda adalah pengguna perangkat Samsung Galaxy dan tinggal di wilayah negara Swedia, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan panggilan telepon atau mengirim pesan singkat langsung dari perangkat mobile Anda. Bagaimana caranya? Di Swedia, pemerintah setempat telah menyediakan layanan Bluetooth on-the-go agar dapat terus diakses oleh pengguna perangkat mobile. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Tawkson, negara Swedia merupakan negara penggunan Bluetooth dan headset wireless terbanyak daripada negara lain dengan prosentase sekitar 47%. Bahkan para pengguna perangkat Samsung Galaxy S menggunakan waktu penggunaan perangkat Androidnya hampir setiap menit.

Lalu bagaimanakan cara kerja handphone yang dipergunakan oleh para penggunanya? Setiap zaman tentunya memiliki keunikkannya tersendiri. Hal tersebut tentunya selalu menyisakan dua kutub yang selalu berlawanan. Berbicara mengenai cara kerja handphone pada saat ini, tentunya dua kutubu yakni positif dan negatif akan selalu berhadapan sebagai hal yang saling melengkapi. Kita telah masuk ke dalam era baru dimana setiap perilaku kita akan dapat diorganisir dan diawasi dengan seperangkat alat canggih yang mumpuni. Sebagian orang menyebut zaman saat ini sebagai "Post PC Era." Tren-tren nilai-nilai perilaku teru bertambah dan menyatu dengan berbagai macam hal. Para pengguna perangkat saat ini terus bergerak berdasarkan lokasi dan budaya mereka berada. Berdasarkan hal tersebut pula dapat terlihat penggunaan rata-rata talk time yang dilakukan oleh penggunaan di setiap wilayah menunjukkan hasil yang berbeda.

Saat China menjadi salah satu pasar dan industri penghasil teknologi perangkat mobile raksasa, bukan berarti rata-rata talk time yang digunakan pengguna perangkat mobile menjadi ikut menanjak. Waktu rata-rata yang dihabiskan untuk berbicara melalui perangkat mobile di negari tirai bambu ini rupanya cukup rendah dibandingkan dengan negara besar lainnya. Terhitung pengguna perangkat mobile di China rata-rata penghabiskan waktu bicaranya sekitar 250 menit setiap bulan. Hal tersebut menjadikan China sebagai satu-satunya negara non-Barat yang masuk ke dalam daftar lima besar pengguna waktu bicara terbanyak. Berada satu posisi di atas China, Prancis menduduki peringkat ke empat sebagai negara pengguna waktu bicara paling banyak dengan 312 menit penggunaan setiap bulan. Negeri para dewa rupanya tidak mau kalah, Yunani rupanya memiliki konsumsi talk time yang cukup banyak dengan 325 menit penggunaan setiap bulannya. Sementara Italia rupanya masuk ke dalam dua besar penggunaan waktu bicara terlama. Para pengguna perangkat mobile di negara ini rata-rata menghabiskan waktu bicaranya sekitar 375 menit setiap bulan. Namun, data-data negara yang telah disebutkan di atas belum mampu meruntuhkan kedigdayaan Amerika Serikat. Negeri Paman Sam ini menjadi negara pengguna waktu bicara terlama dengan rata-rata penggunaan 450 menit setiap bulannya.

Selain penggunaan waktu bicara yang dimanfaatkan setiap pengguna perangkat mobile, pemakaian aksesoris pun menjadi salah satu hal yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Headset Bluetooth, speaker, dan lainnya kerapkali menjadi aksesoris wajib yang harus dimiliki setiap pengguna. Selama para pengembang aplikasi dan pengiklan melihat peluang yang ada, pemakaian aksesoris secara keseluruhan mengindikasikan akan terus menyatu dengan konten-konten yang tersedia saat melakukan panggilan telepon. Dalam hal penggunaan aksesoris seperti headset Bluetooth, speaker dan lainnya, Swedia menjadi negara pemakai terbanyak. Ada sekitar 47 % yang memanfaatkan aksesoris tersebut untuk membantu melakukan panggilan telepon. Sementara Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 32 % penggunaan. Berada sedikit di belakang Amerika, Inggris menjadi negara ketiga dengan 29 % pemakaian aksesoris perangkat mobile. Posisi terakhir ditempati oleh Belanda dengan 18 penggunaan.

Cara kerja handphone tentunya sangat dipengaru oleh beberapa hal kecil seperti baterai. Tanpa sumber daya energi tersebut, seluruh aplikasi dan fitur menarik di dalam perangkat mobile tidak memiliki arti dan fungsi untuk digunakan. Pola konsumsi baterai setiap perangkat tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Daya tahan baterai pada setiap perangkat mobile seringkali menjadi topik pembahasan yang menarik. Pasalnya pemakaian baterai sangat berpengaruh dan berkorelasi dengan tingkatan serta kekuatan transmisi yang dihasilkan berdasarkan kondisi jaringan geografis dari setiap tempat. Inggris menjadi negera yang cukup besar mengkonsumsi baterai perangkat mobile dengan 16% penggunaan. Negeri kangguru, Australia, berada dua persen di bawah Inggris dengan 14% pemakaian baterai. Berbeda satu persen dengan Australia, Italia memiliki prosentasi konsumsi baterai sekitar 13%. Sedangkan untuk wilayah Asia, rupanya konsumsi baterai yang dipergunakan di wilayah ini masih terhitung rendah. Sebagai contoh, Hong Kong hanya memiliki prosentase sekitar 3 % pola konsumsi baterai. Bahkan, di Taiwan angka konsumsi baterai sangat rendah dengan 0.1 % penggunaan.

Prosentase cara kerja perangkat mobile ini dilakukan oleh Tawkon. Tawkon merupakan aplikasi Android yang mampu mengukur berapa banyak radiasi dari perangkat mobile diterima. Informasi yang terhimpung di dalamnya berdasarkan penggunaan perangkat Android di beberapa negara, baik Eropa maupun Asia. Salah satu hal yang cukup menarik adalah bagaiman tipe perangkat Android dapat berpengaru terhadap rata-rata waktu bicara setiap bulannya. Para pengguna Samsung Galaxy S berbicara lebih banyak setiap bulannya dengan 431 menit, dibandingkan pengguna Galaxy S2 dengan 352 menit. [MS]