Belajar Photography Dasar

11 Jun 2013 23:45 | Hits: 2370

Belajar Photography Dasar: Cara Memotret Portrait Lebih Dari Sekedar Menakjubkan

Belajar Photography Dasar: Cara Memotret Portrait Lebih Dari Sekedar Menakjubkan

Alat yang digunakan untuk menghasilkan karya fotografi yang indah merupakan hal yang penting. Namun, yang lebih penting lagi adalah kemampuan orang yang memegang alat tersebut. Bahkan dengan alat yang standar, seorang fotografer berkualitas mampu menghasilkan karya yang luar biasa, oleh karena itu belajar photography dasar sangat diperlukan oleh setiap fotografer untuk meningkatkan kemampuannya.

Fotografer yang mempunyai kecendeungan untuk memotret model pastinya akan selalu menghasilkan foto-foto bertema portrait. Bahkan tidak hanya fotografer professional, Anda yang kurang tertarik dengan hobi fotografi pun pasti selalu menghasilkan foto portrait, setidaknya ketika teman meminta bantuan Anda untuk memotret dirinya. Agar dapat menghasilkan foto yang berkualitas, tentunya Anda harus mampu menguasai teknik belajar photography dasar di bidang foto portrait. Berikut tipsnya.

Ambil Gambar dari Jarak Dekat

Jika ingin memotret objek wajah model yang memenuhi frame, sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan lensa yang memiliki focal length panjang agar tidak perlu terlalu dekat dengan wajah model. Padahal, jika menginginkan hasil foto yang baik, sebaiknya Anda mengambil gambar dari jarak yang dekat. Anda tidak perlu malu untuk mengambil gambar dari jarak yang dekat. Interaksi antara model dan fotografer yang hangat akan sangat berpengaruh terhadap suasana hati selama proses pemotretan. Setelah menguasai teknik ini, sebaiknya Anda mulai membiasakan diri untuk menjalin interaksi yang baik dengan model untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Perhatikan Komposisi Secara Keseluruhan

Terkadang memotret model yang berada persis di tengah frame akan menghasilkan foto yang biasa-biasa saja. Aturan komposisi pada teori dasar adalah Rule of Third, yaitu menempatkan objek utama pada bagian 1/3 dari frame. Untuk pemotretan portrait, Anda dapat menggunakan aturan ini. Tempatkan model pada bagian 1/3 dari frame dan isilah 2/3 isanya dengan background, atau sebaliknya, biarkan model memenuhi 2/3 frame. Namun, jika Anda ingin bereksperimen dan menghasilkan foto yang lebih unik, cobalah untuk sedikit melanggar aturan ini. Sering-seringlah memotret dengan memperhatikan teknik komposisi pada aturan belajar photography dasar agar semakin lama Anda akan semakin terbiasa.

Perhatikan Depth of Field (DOF)

Dalam belajar memotert, depth of field adalah tingkatan di mana objek utama akan terlihat fokus dan background terlihat kabur. Dengan kata lain, jika terjadi perbedaan ketajaman antara objek dan background, depth of field adalah tingkat perbedaan ketajamannya. Anda dapat menciptakan foto dengan depth of field agar foto yang dihasilkan benar-benar fokus kepada objek.  Selain itu, foto dengan depth of field juga akan terlihat lebih artistik.

Teknik agar depth of field dapat tercapai adalah menggunakan lensa fixed atau lensa dengan rentang zoom yang pendek (18-55 mm). Selain itu, besaran diafragma juga akan mempengaruhi tingkat depth of field yang dihasilkan. Jadi, sebaiknya Anda tidak menggunakan lensa dengan focal length panjang jika ingin menghasilkan foto portrait yang lebih baik.

Arahkan Model agar Menampilkan Pose yang Terbaik

Pose, termasuk ekpresi wajah yang menarik merupakan nilai jual yang harus dimiliki oleh foto portrait. Sebagai seorang fotografer, Anda harus mahir untuk mengarahkan model agar dapat menunjukkan pose terbaiknya. Jalin komunikasi yang hangat agar pemotretan berlangsung dengan nyaman dan model dapat fokus untuk memenuhi harapan Anda. Untuk teknik yang satu ini, jam terbang Anda sebagai fotografer model sangat dibutuhkan.

Perhatikan Pencahayaan

Pencahayaan sangat menentukan hasil akhir foto Anda. Cahaya yang terlalu keras atau cahaya yang terlalu lemah akan mengganggu foto secara keseluruhan. Jika Anda memotret di luar ruangan dan mengandalkan cahaya matahari, tekniknya adalah perhatikan waktu pemotretan. Sebaiknya Anda memotret di pagi hari atau di sore hari ketika cahaya matahari tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah. Gunakan juga reflektor untuk mengatur arah datangnya cahaya. Jika memotret di dalam ruangan dan menggunakan pencahayaan dari flash, perhatikan penempatan flash agar Anda dapat menghasilkan pencahayaan yang menunjang suasana yang ingin ditonjolkan.

Sempurnakan Foto Anda dengan Perangkat Lunak Pengolah Foto

Selain dalam hal teknik pengambilan foto, Anda juga harus menguasai cara penggunaan perangkat lunak pengolah foto. Saat ini pilihan perangkat lunak yang dapat Anda gunakan sangat banyak, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Dengan perangkat lunak tersebut, Anda dapat mengoreksi dan semakin menyempurnakan komposisi, gradasi pencahayaan, dan warna pada foto.