Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Dalam Hal Pesan Teks atau SMS Saat Ini

Perkembangan teknologi komunikasi dapat dengan mudah dirasakan langsung oleh para pengguna perangkat mobile saat ini. Semakin berkembangnya kemampuan perangkat mobile dalam mengakses dan menjangkau banyak hal, memberikan sumbangsih tersendiri terhadap keberlangsungan proses komunikasi baik secara interpersonal ataupun intrapersonal. Salah satu pengaruh terbesar adalah dengan kehadiran fitur pesan teks yang mampu menghubungkan setiap orang dengan cepat, mudah, dan efisien. Jika pada beberapa dekade sebelumnya sebuah perangkat mobile belum menjadi konsumsi massa, saat ini dapat dikatakan bahwa setiap orang telah memiliki perangkatnya tersendiri. Belum lagi ada beragam opsi yang dapat mereka pilih dan memiliki kemampuan menjangkau jaringan internet pada tiap perangkat.

Dampak perkembangan teknologi komunikasi tentunya menghasilkan dua kutub yang saling berlawanan. Di satu sisi perkembangan tersebut memberikan manfaat yang sangat penting dalam hal berjalannya proses komunikasi. Sedangkan di sisi lain, dampak negatif yang dihasilkannya pun telah mengakibatkan cukup banyak kerugian. Menurut data dari Nielsen Company, jumlah pengguna handphone di Indonesia telah mencapai angkat 42 juta pada tahun 2012 ini. Setiap waktu, penggunaan handphone untuk membuat pesan teks telah memberikan dampak negatif terhadap interaksi sosial, kemampuan menulis dan juga berekspresi. Sejatinya hal tersebutlah yang sangat memberikan dampak kurang baik karena hal itu akan terus berkembang.

Sebuah hasil penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa sekitar 72 % orang dewasa di negara tersebut menggunakan perangkat seluler mereka untuk mengirim dan menerima pesan teks. Dari prosentase itu, sekitar 51 % mengirim pesan teks 1 hingga 10 kali per hari. Dengan semakin banyaknya pengakses pesan teks, maka semakin banyak pula penggunaan bahasa yang mereka serap. Asumsinya, apabila pesan teks/SMS semakin mudah diakses oleh segala kalangan umur, dampak pada pertumbuhan bahasa akan tidak terbatas. Maka, dengan begitu seorang pengguna perangkat mobile baik secara pribadi atau kelompok akan membuat bahasa "slang" tersendiri. Oleh sebab itu lingkungan orang-orang di sekitarnya akan mencoba menerima kosa kata baru tersebut dan mempelajari maknanya, kemudian menafsirkannya. Sementara, itu akan terus menyebar dan dilakukan oleh orang lain dan menjadi bahwa pergaulan umum. Contohnya, kata "LOL" saat ini telah resmi masuk ke dalam kamus bahasa Inggris.

Penggunaan istilah singkatan saat mengirim pesan teks pun kerapkali terbawa hingga penulisan surat ataupun catatan tugas. Hal itu dapat memberikan makna ganda bagi mereka yang membacanya. Oleh sebab seringkali isi pesan yang disampaikan pengirim kurang dimengerti oleh pembacanya, seperti: "bS0k aQu kE rUm4hm0E eaa,,,bEt3 nIch,,," Bagi mereka yang tidak terbiasa memaknai tata bahasa tersebut, itu akan menjadi hal pelik. Pasalnya penggunaan huruf, angka, dan tanda baca sudah tidak sinkron lagi. Namun, untuk sebagian pemakainya hal itu merupakan salah satu bentuk kreatifitas dalam berbahasa dan menjadi hak setiap individu. Rupanya dampak perkembangan teknologi komunikasi tidak hanya menghasilkan sebuah cara berkomunikasi yang revolusioner, tetapi tatanan bahasa yang semakin bebas dan cenderung "chaos".

Menurut profesor asal Prancis, Christian Guilbault, salah satu kerangka utama tentang pesan teks adalah jika Anda tidak mengetahui kode yang digunakan, maka Anda tidak dapat membaca atau mengerti. Menurutnya, teks itu memiliki banyak varian seperti halnya bahasa. "You don't speak the same way to the prime minister as you do with your friends around a beer" ujarnya. Masih menurut Guilbault, ia pun berpendapat bahwa tidak ada alasan di masa mendatang kita akan melihat pola surat kabar yang ditulis menggunakan gaya bahasa pesan teks atau SMS. Ini dikarenakan ada perbedaan konteks yang terjadi antara generasi lama dengan generasi yang lebih muda. Seperti halnya fungsi alat-alat komunikasi saat ini, semakin mudah dipergunakan akan semakin baik.

Di samping dampak perkembangan teknologi komunikasi di bidang pesan teks memberikan beberapa pengaruh buruk dalam tatanan bahasa, teknologi pesan teks seperti SMS tentunya memiliki sisi positif terhadap beberapa hal. Sebagai contoh, di bidang terapi sosial seorang profesor kesejahteraan sosial, Adrian Aguilera, mengirim pasiennya yang tengah mengidap depresi sebuah SMS untuk mengikuti mood mereka. Itu dilakukan untuk membantu mereka mempelajari terapi. Hasilnya, para pasien tersebut mereka lebih terhubung dan diperhatikan saat menerima SMS. Sekitar 75 % pasien bertanya apakah mereka dapat terus menerima pesan pengingat jika terapi telah selesai. Selain itu, penggunaan teknologi komunikasi seperti handphone merupakan salah satu media termurah yang dapat masyarakat. Pasalnya, handphone dan fitur pengiriman pesan singkat di dalamnya dapat menghubungkan penggunanya dengan banyak orang walau terpisah dengan jarak.

Ada begitu banyak kelebihan dan kekurangan perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Dampaknya banyak berpengaruh terhadap banyak hal. Tentunya setiap hal itu harus disikapi secara bijak. Etika berbahasa memang tidak terlalu menjadi pertimbangan seseorang untuk sekadar mengirim pesan singkat. Selagi masih dalam konteks yang sama dalam hal isi pesan, belum ada pelarangan yang dapat menghentikan. Selain itu, penggunaan pesan teks pun dapat diterapkan untuk perkembangan bidang lain seperti sosial terapi dan lainnya. Pikirkan sebuah ucapan ulang tahun melalui SMS, apakah yang Anda pikirkan jika ucapan tersebut disampaikan dengan tata bahasa pergaulan saat ini? [MS]