Hipstamatic

14 May 2012 11:00 | Hits: 2078

Tips dan Trik Menghasilkan Foto Hipstamatic Profesional

Tips dan Trik Menghasilkan Foto Hipstamatic Profesional

Sebelum Instagram menggebrak dunia fotografi ponsel, khususnya perangkat iPhone dan yang terbaru pada perangkat Android, terdapat satu aplikasi foto yang memiliki fitur menarik dan artistik di dalamnya. Aplikasi tersebut bernama Hipstamatic. Hipstamatic merupakan aplikasi fotografi digital untuk perangkat iPhone. Aplikasi ini menggunakan kamera iPhone agar dapat memuat hasil foto yang telah diolah menggunakan fitur filter agar terlihat seperti hasil foto yang diambil menggunakan kamera antik.

Anda dapat memilih beberapa efek di dalamnya seperti efek lensa, film, dan flash. Dengan gaya retro, Hipstamatic mengangkat gaya tersebut menjadi tren yang banyak digemari para pengguna iPhone, khususnya segmen anak muda. Trens fotografi bergaya retro terinspirasi oleh popularitas tren kamera analog seperti Lomo dan Polaroid. Hipstamatic pun memiliki fitur sharing ke beragam jejaring sosial.

Beberapa pihak tentunya menilai fotografi yang dihadirkan Hipstamatic dan aplikasi serupa lainnya tidak memerlukan teknik fotografi yang mumpuni. Setiap kegiatan fotografi haruslah dibekali pula dengan kemampuan teknik yang baik untuk menghasilkan foto yang baik pula. Agar menepis opini tersebut, Anda dapat mengikuti beberapa tips menggunakan Hipstamatic agar mendapatkan hasil foto seperti seorang profesional.

Menahan Tombol Shutter

Untuk mengambil gambar menggunakan Hipstamatic, Anda harus menggunakan tombol shutter release virtual berwarna kuning di dalam aplikasi. Agar mendapatkan kualitas gambar portrait yang bagus, tekan dan tahan tombol shutter tersebut dengan bagian dapat jari, posisikan kamera Anda kepada objek, dan kemudian lepas jari Anda untuk menangkap gambar objek.

Memperluas Viewfinder

Tidak banyak yang mengetahui bahwa aplikasi ini dapat memperluas tampilan viewfinder. Untuk mendapatkan cakupan objek yang hendak difoto, Anda harus menyentuh sebanyak dua kali objek yang hendak dijepret untuk mendapatkan tampilan penuh dalam layar. Kemudian sentuh lagi di bagian manapun untuk mengambil gambar. Selain itu, Anda dapat menaham jari Anda dan kemudian sentuh kembali objek tersebut untuk mendapatkan fokus saat menjepret.

Precision

Pengguna Hipstamatic banyak menggunakan fitur viewfinder Classic untuk mendapatkan kesan antik dan retro yang kuat. Fitur Classic akan memberikan hasil pembingkaian yang dipilih secara acak. Tapi, jika Anda menginginkan hasil yang lebih menari saat hendak menjepret gambar, ubah fitur Viewfinder aplikasi Anda menjadi Precision. Untuk menggunakan fitur viewfinder Precision, Anda dapat mengaksesnya di dalam menu Setting, kemudian pilih aplikasi Hipstamatic, dan lalu tukar mode Viewfinder menjadi Precision.

Retro Date Prints

Seperti halnya pada tren kamera analog seperti Lomo, Anda dapat mengatur tanggal kadaluarsa efek film yang hendak digunakan. Semakin lama tanggal kadarluarsa terlewat, semakin unik warna yang akan dapatkan dari efek film tersebut. Di dalam Hipstamatic, Anda dapat mengganti tanggal kadarluarsa film BlackKeys Ultrachrome dengan melakukan pengaturan pada menu Setting. Scroll Hipstamatic Anda, dan ubah pengaturan Retro Date Prints menjadi 'Off'

Double Crossing

Di dalam Hipstamatic Anda dapat memanfaatkan fitur Dali Lens. Jika Anda mampu menggunakan fitur kamera ini dengan cara yang tepat dan berangkat dengan konsep yang matang, Anda dapat bercerita dengan hasil foto yang digunakannya. Gunakan Dali Lens untuk memotret dua objek di satu tempat yang sama, seperti di dalam sebuah kerumanan. Jika berhasil, Anda akan mendapatkan kesan foto yang penuh dengan kesibukan karena layer yang berlapis.

Red Scale

Jika menggunakan fitu Teja Lens, Anda akan mendapatkan hasil foto yang memiliki kesan hangat. Carilah latar foto berwarna hijau ataupun yang banyak terkena sorotan matahari, Teja Lens akan membuatnya memiliki citra merah yang hangat di dalam foto. [MS]