Gorilla Glass

10 Apr 2012 15:00 | Hits: 10441

Membandingkan Dua Teknologi Anti Gores, Gorilla Glass vs Dragontrail Glass

Membandingkan Dua Teknologi Anti Gores, Gorilla Glass vs Dragontrail Glass

Coba hitung berapa kali Anda berganti-ganti pelindung layar anti gores dalam setahun? Semua perangkat mobile yang menggunakan layar pasti mengharapkan perlindungan ekstra agar pernagkat yang dimiliki tidak tergores, apalagi perangkat mobile zaman sekarang yang memberikan layar ekstra luas. Perangkat-perangkat mobile tersebut juga mengutamakan input dengan layar sentuh, hal ini berarti penggunaan layar menjadi sangat penting. Apalagi layar sentuh akan terganggu jika terdapat goresan-goresan pada permukaannya.

Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, karena teknologi layar kini sudah semakin maju. Selain layar dengan kerapatan piksel yang tinggi atau teknologi yang diusung berbagai macam vendor seperti Sony dengan Bravia dan Samsung dengan AMOLED, teknologi masa kini juga mengedepankan ketahanan layar sebagai faktor yang penting. Setelah kehadiran teknologi layar Gorilla Glass yang telah terbukti menakjubkan dalam hal menjaga goresan pada layar, kini Gorilla Glass mendapatkan pesaing langsung dari Jepang, yaitu Dragontrail Glass.

Dragontrail yang diusung oleh Asahi Glass Company (AGC) mengklaim dirinya memiliki kekuatan tangguh seperti Gorilla Glass. Gorilla Glass sendiri telah memiliki nama baik untuk urusan menjaga layar, penggunanya juga sudah banyak, mulai dari Samsung, Motorola hingga yang terakhir Sony ingin menggunakan teknologi Gorilla Glass pada perangkat televisi terbarunya.

Lalu apa yang dimiliki oleh Dragontrail? Jangan anggap remeh, kekuatan Dragontrail juga mumpuni, teknologi anti gores yag satu ini mampu menahan beban sampai dengan 60 kg dengan ketebalan kaca yang hanya 1 mm. Selain itu, Asahi juga mengaku bahwa Dragontrail memiliki kekuatan 60 kali lebih tangguh dibandingkan layar ponsel kebanyakan, yakni Soda-lime Glass.

Selain unjuk kekuatan, ketebalan menjadi faktor penting dalam sebuah layar, apalagi bagi perangkat dengan input sentuh, ketebalan bisa mempengaruhi sensitivitas pada layar. Jika membandingkan soal ketebalan, kedua jenis kaca ini memiliki nilai yang sama. Baik Gorilla Glass maupun Dragontrail sama-sama memiliki ketebalan tertipis sebesar 0,5 mm, namun dengan berbagai kebutuhan ketebalan tersebut bisa disesuaikan lebih tebal lagi sampai 5 mm.

Dengan fakta seperti itu, Corning selaku pemilik Gorilla Glass tidak tinggal diam, mereka telah menyiapkan Gorilla Glass 2. Versi yang baru ini akan menambah kekuatan layar Gorilla Glass dengan ketebalan yang bisa dibuat makin tipis lagi.

Dragontrail sadar kehadirannya yang baru akan sulit diterima pasar, karena nama besar Gorilla Glass yang sudah tersebar luas, namun Asahi berharap bisa mendapatkan pangsa pasar elektronik sebesar 30%. Dengan demikian, kemunculan Dragontrail membuat teknologi kaca anti gores di masa mendatang menjadi lebih kompetitif dan semakin inovatif, yang pada akhirnya justru menguntungkan konsumen itu sendiri. Namun, dengan kehadiran dua merek ini bisa dipastikan produsen pelindung anti gores lambat laun akan segera punah dan bukan tidak mungkin akan muncul merek produk anti gores selain dua merek tersebut. [IQ]