Stan Shih

26 Apr 2013 06:00 | Hits: 2078

Kisah Pengusaha Sukses Stan Shih, Tokoh Di Balik Nama Besar Acer

Kisah Pengusaha Sukses Stan Shih, Tokoh Di Balik Nama Besar Acer

Nama Acer sudah tidak asing lagi bagi penikmat teknologi, khususnya di Indonesia. Acer dikenal dengan berbagai macam jenis produknya seperti komputer, laptop, netbook, notebook, hard disk, LCD dan produk lainnya. Di balik nama besar Acer, berdiri seorang tokoh besar yang membuat Acer cukup sukses dalam dunianya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kisah pengusaha sukses yang berada di balik nama Acer, pengusaha sukses sekaligus pemimpin grup perusahaan Acer itu bernama Stan Shih.

Kelahiran dan Masa Kecil

Stan Shih atau dikenal juga dengan nama Shi Zhenrong dilahirkan di Taiwan pada tanggal 8 Desember 1944. Kelahirannya beberapa saat sebelum berakhirnya masa penjajahan Jepang di Taiwan pada tahun itu. Kisah pengusaha sukses ini ketika kecil tergambar cukup menyedihkan. Terlahir dari keluarga yang miskin, sejak kecil Stan sudah mulai membantu ibunya yang tidak memiliki suami lagi untuk berjualan telur. Kemiskinan yang dialami keluarga Stan Shih dan penduduk Taiwan lainnya diakibatkan dari penjajahan Jepang. Namun, kisah pengusaha sukses ini menjadi teladan bagi tokoh-tokoh Taiwan. Jiwa wirausaha dan kemandirian yang telah dimiliki Stan kecil berimbas pada kehidupannya sekarang sebagai bos besar grup Acer.

Pendidikan

Kisah pengusaha sukses ini tidak berakhir sampai disitu saja. Setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas, National Jiao Tong University menjadi tujuan berikutnya bagi Stan dewasa untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Stan memilih jurusan teknik elektro dan memiliki gelar sarjana di bidang itu. Masih di universitas yang sama, Stan memperdalam ilmu tentang teknik elektro yang ia dapatkan saat menjadi sarjana, ia pun mendapatkan gelar Master di bidang teknik elektro.

Sejarah Berdirinya Acer

Kisah pengusaha sukses ini berlanjut pada awal berdirinya Acer, dengan dibantu sang istri yang bernama Carolyn Yeh, Stan mendirikan sebuah perusahaan pada tahun 1976 yang bernama ‘Multitech’. Akan tetapi pada tahun 1987 perusahaan Multitech beganti nama menjadi Acer dan nama tersebut masih bertahan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tersebut menjadi perusahaan komputer terkemuka di Taiwan. Pada pertengahan tahun 1990an, Stan berhasil menjadikan Acer sebagai salah satu merk PC (Personal Komputer) terkemuka di dunia. Saat itu, merk Acer bersaing dengan nama NEC dan Toshiba yang berasal dari Jepang, serta Dell Hewlett-Packard (HP) yang berasal dari Amerika Serikat. Tidak ketinggalan merk-merk terkemuka di Eropa ikut pula menjadi pesaing Acer.

Catatan dari kisah pengusaha sukses ini membeberkan bahwa Stan mempekerjakan 39.000 orang karyawan yang berasal dari lebih 100 negara yang berbeda. Kantor pusat Acer berada di Taiwan, tepatnya di sebuah kota yang bernama Sijhin yang terletak di Taipei Country. Penjualan Acer di wilayah Amerika Utara sempat merosot, tapi semakin meningkat di pasaran Eropa. Di Eropa sendiri, Acer menjadi sponsor untuk Tim Formula 1 Ferrari dan Prost Grand Prix.

Mundurnya Stan dari Acer

Dalam kisah pengusaha sukses ini, tercatat pada tahun 2004 tepatnya saat menginjak usia 60 tahun, Stan memutuskan untuk pensiun dari kepengurusan perusahaan yang telah ia dirikan sejak 1976. Hal tersebut membuat orang-orang tercengang karena Stan memutuskan untuk pensiun di saat Acer sedang berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan komputer ternama di dunia. Selain itu, pensiunnya Stan dianggap sesuatu yang tidak begitu lumrah bagi adat kebiasaan Tionghoa. Bangsa Tionghoa dikenal sebagai bangsa yang tidak akan berhenti bekerja sampai kondisi jasmani dan rohani mereka tidak memungkinkan lagi. Oleh sebab itu, pensiunnya Stan di usianya yang ke-60 tahun itu dianggap terlalu cepat.

Namun Stan tidak setuju dengan prinsip dasar orang-orang Tionghoa itu, Stan ingin mengalihkan kepengurusan perusahaannya pada mereka yang masih muda dan segar sehingga perusahaan dapat berkembang pesat dan mengikuti perkembangan jaman. Stan berargumen bahwa perusahaannya kurang agresif karena masih menggunakan gaya lama. Pensiunnya Stan di usia yang masih terbilang mampu untuk menjalankan suatu perusahaan diharapkan dapat menjadi panutan bagi para pengusaha lainnya. Tentu saja kisah pengusaha sukses ini layak untuk menjadi panutan bagi masyarakat.

Keseharian dan Kehidupan Pribadi Stan

Selain dikenal sebagai seorang pengusaha milioner terkemuka, Stan juga dikenal sebagai pemimpin yang selalu meperhatikan karyawan-karyawannya. Stan juga memperlakukan para pegawainya dengan baik dan menganggap mereka seperti keluarganya sendiri. Kisah pengusaha sukses ini juga mencatat bahwa Stan tidak pernah lupa untuk melibatkan karyawan-karyawannya dalam pembagian keuntungan yang didapatkan perusahaan. Selain itu, Stan dikenal sebagai pria yang hidup sederhana bersama keluarganya walaupun statusnya adalah seorang milioner. Kesederhanaannya mengacu pada gaya klasik Taiwan dan sebagai seorang sosok panutan, Stan dikenal sebagai pria yang humoris, santai dan tangguh. Tidak heran apabila kisah pengusaha sukses yang berasal dari Taiwan ini menjadi bahan referensi bagi pengusaha-pengusaha dunia lainnya. [BAM]