Screen Reader

10 Oct 2011 13:00 | Hits: 2977

Teknologi Screen Reader - Membuka Jendela Dunia Maya Bagi Tunanetra

Teknologi Screen Reader - Membuka Jendela Dunia Maya Bagi Tunanetra

Ketika mendengar kata tunanetra lalu menghubungkannya dengan akses informasi, mungkin yang terbayang di benak Anda hanyalah buku-buku dengan tulisan Braille, yaitu format huruf timbul yang ditulis dengan cara menusukkan pena ke cetakan khusus yang hasilnya dapat dibaca dengan cara diraba menggunakan jari. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, tahukah Anda bahwa akses informasi bagi tunanetra tidak terbatas pada buku-buku berformat Braille saja?

Perkembangan teknologi membuka jalan bagi tunanetra untuk mencari dan berbagi informasi di dunia maya dengan sebuah aplikasi yang disebut dengan Screen Reader. Screen Reader merupakan sebuah perangkat lunak yang mampu mengidentifikasi obyek yang tampil di layar kemudian mengubahnya ke dalam bentuk suara. Jadi, tunanetra dapat mengakses internet tidak dengan melihat apa yang ada di layar, tapi dengan mendengarkan suara yang dihasilkan Screen Reader.

Tidak hanya itu, aplikasi Screen Reader juga memudahkan tunanetra untuk menggunakan perangkat komputer. Contoh paling sederhana, bila tunanetra mengetik P A S E B A N, maka tiap tombol yang ditekan akan menghasilkan suara sesuai dengan huruf-huruf tersebut. Begitupun halnya jika pada layar monitor terdapat tulisan PASEBAN, maka bila diakses menggunakan Screen Reader akan terdengar bunyi "PASEBAN" pada speaker komputer.

Screen Reader pertama kali dirilis pada tahun 1989 oleh Ted Henter yang kehilangan penglihatan pada tahun 1978 saat kecelakaan kendaraan bermotor. Screen Reader sendiri pada awalnya dibuat oleh Ted Henter untuk mempermudah dirinya. Aplikasi Screen Reader ini dikenal dengan nama JAWS (Job Access With Speed).

Walaupun masih banyak kekurangan, terutama dari segi harga yang relatif mahal, teknologi Screen Reader ini membawa dampak positif, tidak hanya untuk tunanetra, tapi juga untuk masyarakat umum. Screen Reader membuat tunanetra dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan membuka jendela dunia. Masyarakat umum pun dapat mengetahui bagaimana kehidupan seorang tunanetra dengan banyaknya informasi yang dituliskan oleh para tunanetra di dunia maya. Sehingga, tunanetra atau kaum disable lain tidak lagi dipandang sebelah mata dan dapat berinteraksi dengan kehidupan atupun lewat media sosial di sekitarnya. QR