TV 3D

30 Jan 2013 08:00 | Hits: 2803

Tahukah Anda Cara Kerja TV 3D?

Tahukah Anda Cara Kerja TV 3D?

Belakangan ini pasti Anda sering sekali melihat berbagai iklan komersil tentang TV 3D. Ya, televisi 3 dimensi merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia pertelevisian yang menawarkan sebuah pengalaman baru dalam menonton televisi. Hingga saat ini 3D TV sudah banyak terjual dan cukup laris manis di pasaran. Hal tersebut tentu bukan hanya karena televisi tersebut mampu menampilkan konten 3D, namun juga karena televisi tersebut mampu menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik dibanding televisi high definition yang sejenis. Pada kesempatan kali ini, Paseban akan mengulas cara kerja 3D TV tersebut mulai dari jenis tampilannya hingga konten apa saja yang dapat dinikmati di dalamnya.

Jenis tampilan 3D

Mungkin selama ini kita hanya mengetahui bahwa tampilan 3D itu sama di setiap perangkatnya. Sebenarnya, terdapat 3 jenis tampilan 3D yang ada saat ini di mana masing-masing tampilan itu memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Ketiga jenis tampilan itu adalah Active Shutter, passive, dan Lenticular.

- Active Shutter

Active Shutter menghasilkan gambar 3D dengan cara menampilkan beberapa frame secara berurutan yaitu satu frame untuk mata sebelah kiri kemudian satu frame untuk mata sebelah kanan dan seterusnya secara berulang-ulang. Semua proses pengolahan gambar itu berlangsung sangat cepat bahkan hingga 60 kali per detiknya sehingga kita tidak akan menyadari proses yang sangat rumit tersebut. Namun ada juga orang-orang yang dapat menyadarinya sehingga terkadang mereka merasa pusing setelah menonton untuk jangka waktu tertentu.

Televisi yang menggunakan jenis tampilan 3D seperti ini membutuhkan kacamata khusus untuk menontonnya. Kacamata tersebut biasanya memiliki baterai dan harus diisi ulang lewat kabel USB. Walaupun begitu, jenis tampilan 3D ini dianggap sebagai jenis tampilan 3D terbaik karena gambar yang dihasilkan sangat mulus dan rapi.

- Passive (Polarised)

Passive 3D bekerja dengan cara menampilkan frame untuk mata sebelah kanan dan kiri secara bersamaan. Tampilan ini kemudian disaring oleh kacamata yang Anda gunakan sehingga mata Anda hanya akan menerima gambar yang telah disaring oleh kacamata tersebut.

Kualitas gambar dari Passive 3D ini memang tidak sebaik proses Active Shutter karena gambar yang Anda terima akan tampak lebih gelap. Namun kacamata untuk TV seperti ini banyak tersedia di pasaran dan juga tidak memerlukan baterai untuk menggunakannya.

- Lenticular (Glasses Free)

Lenticular merupakan teknologi yang banyak digunakan oleh TV 3D di masa sekarang ini karena teknologi ini tidak membutuhkan kacamata untuk melihatnya. Teknologi ini sendiri sudah banyak didimplementasikan pada 3D camer maupun pada Nintendo 3Ds. Teknologi Lenticular ini mirip seperti ilusi optik gambar hologram, di mana Anda akan melihat gambar yang berbeda-beda dari setiap sudut pandang. Walaupun teknologi ini dianggap sebagai masa depan dari televisi 3D, namun kualitas gambar yang dihasilkan tetap tidak lebih baik dari televisi 3D yang menggunakan kacamata.

Apa saja yang bisa ditonton pada TV 3D?

Banyak hal yang dapat Anda manfaatkan untuk menikmati kualitas 3 dimensi di televisi Anda, di antaranya adalah:

  • Siaran televisi 3D. Tahun lalu, BBC telah mulai menayangkan siaran 3D untuk turnamen tens Wimbledon dan juga Olimpiade London. Sementara itu Sky telah meluncurkan channel khusus untuk tayangan 3D tersebut.

  • 3D Blu-ray. Anda dapat menyaksikan berbagai film blu-ray 3 dimensi dengan baik di 3D TV.

  • Playstation 3. Terdapat banyak game untuk Playstation 3 yang memiliki tampilan 3D. Selain itu, Playstation 3 ini juga dapat Anda gunakan untuk memutar film berformat blu-ray dengan baik.

  • Xbox 360. Sama seperti Playstation 3, Xbox 360 juga memiliki game dengan tampilan 3D walaupun jumlahnya masih sedikit.

Selain melalui keempat media tersebut, Anda juga dapat menonton siaran 3D dari berbagai channel melalui 3D TV ini. Pasalnya, kebanyakan 3D TV dilengkapi dengan sebuah converter yang akan merubah siaran 2 dimensi menjadi 3 dimensi. Namun sayangnya kualitas gambar yang dihasilkan oleh konverter tersebut sangatlah buruk sehingga Anda lebih disarankan untuk tidak menggunakan ftur tersebut. [GAN]