Dataran Tinggi Dieng

12 Dec 2012 17:30 | Hits: 1973

Operator GSM Berkuasa, Smartfren Kehilangan Sinyal di Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu objek wisata andalah di Jawa Tengah. Dikenal oleh turis domestik dan mancanegara memiliki lanskap alam serta peninggalan sejarah yang mengagumkan, kawasan ini tampak tak pernah sepi pengunjung. Dieng sendiri berada di ketinggian 2093 mdpl. Maka tak ayal suhu di kawasanan ini terasa sangat dingin. Bahkan menurut penuturan warga, antara bulan Juli hingga Agustus, suhu di Dieng dapat mencapat titik terendah. Untuk membuktikan keindahan alam serta dinginnya Dieng, tim Paseban pun mengunjungi kawasan yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Menggunakan moda transportasi darat dari kota Bandung, bagi para pejalan dapat menggunakan bis tujuan Wonosobo dengan ongkos sekitar Rp. 75.000. Perjalanan sendiri akan ditempuh sekitar 12 jam. Setibanya di Wonosobo, ada baiknya Anda turun di seputaran alun-alun. Dari sana gunakanlah angkutan kota bewarna meraha. Tak lupa, selalu gunakan pepatah klasik "malu bertanya sesat di jalan," maka bertanyalah pada pak supir untuk diturunkan di tempat bis menuju Dieng biasa memarkir kendaraannya. Ongkos dari Wonosobo ke Dieng pun relatif murah. Berjalan sejauh 26 km melalui tanjakan serta bentangan alam mengagumkan, uang sejumlah Rp. 8.000 akan membawa Anda hingga dataran tinggi tertinggi kedua setelah Tibet ini.

Ada beragam pilihan penginapan di Dieng. Mulai dari homestay hingga penginapan berfasilitas lengkap. Hanya saja sejauh ini homestay lebih banyak bertebaran. Selain menyewakan fasilitas kamar murah, pilihan ini tentunya dapat menekan budget perjalanan. Selama perjalanan menuju Dieng, sepertinya Anda harus mempersiapkan kamera genggam atau kamera perangkat smartphone Anda. Pasalnya suguhan pemandangan alam akan menghipnotis Anda dan perjalanan selama 45 menit tidak terasa begitu lama. Paseban sempat mengabadikan pemandangan saat perjalanan menggunakan smartphone Smartfren BlackBerry Curve 9330 CDMA. Walau berkualitas rendah, tentua dibalik sebuah foto selalu tersimpan momen cerita yang dapat disampaikan kembali kepada teman keluarga ataupun orang terdekat Anda lainnya.

Setibanya di Dieng, jangan lupa untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata menarik. Pertama Anda dapat mengunjungi komplek Telaga Warna. Sesuai namanya, telaga ini memiliki tampilan yang sangat cantik, terlebih pada bulan-bulan tertentu. Di dalamnya pun terdapat beberapa gua-gua kecil yang kerap digunakan untuk kegiatan spiritual. Selesai dengan Telaga Warna, giliran mengunjungi Kawah Sikidang. Memiliki topografi yang mirip dengan kawasan kawah di Gunung Papandayan, Garut, Kawah Sikidang menyajikan sebuah lubang kawah aktif yang sangat menarik. Kepulasan asal putih tebal tak hentik keluar dari lubang tersebut. Namun, biapkan masker untuk mengurangi bau khas belerang yang pekat di sekitar kawah.

Paseban coba mengabadikan kawasan kawah. Kembali menggunakan perangkat BlackBerry, rupanya setelah foto tersimpan, terlihat bahwa jaringan Smartfren tidak terdeteksi sama sekali di kawasan ini. Namun hal tersebut berlanjut hingga kunjungan ke kompleks Candi Arjuna. Sinyal operator CDMA tersebut sama sekali tidak dapat diakses. Namun bagi sebagian besar operator GSM seperti Indosat dan Simpati, sinyal dapat terdeteksi dengan jelas.

Bagi Anda yang masih ingin mengeksplor Dieng lebih lama, masih banyak kawasan yang patut dijelajahi seperti Kawah Candradimuka, Kawah Siler, Sumur Jalatunda, dan juga Gunung Sikunir untuk menikmati indahnya panorama matahari terbit. Selain itu bagi para pecinta kuliner, Mie Ongklok merupakan menu wajib yang harus Anda coba. Ada pula manisan buah Carica dan Purwaceng minuman tradisional Dieng sebagai cuci mulut. Jangan lupa pula untuk mengabadikan setiap momen baik menggunakan kamera video, DSLR, kamera pocket, atau bahkan kamera smartphone. [MS]

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng