Cara Kloning Harddisk

26 Nov 2012 13:30 | Hits: 20004

Bagaimana Cara Kloning Harddisk Anda?

Bagaimana Cara Kloning Harddisk Anda?

Kloning harddisk adalah meng-copy semua file yang ada di dalam harddisk Anda ke harddisk lainnya. Ini merupakan proses yang penting bila Anda ingin memindahkan data secara keseluruhan ke harddisk lain atau ingin meng-upgrade harddisk Anda atau juga untuk berjaga-jaga bila terjadi kerusakan pada harddisk Anda. Kloning tidak sama dengan backup. Bila Anda mengkloning harddisk berarti Anda meng-copy secara sempurna file yang ada di harddsik Anda termasuk OS (operating system), software-software yang diinstal, file, dan semua yang ada di harddisk. Mengkloning akan memberikan tempat baru bagi isi harddisk, partisi dan semua yang ada di harddsik.

Untuk mengkloning harddisk kita membutuhkan software tambahan. Ada beberapa software yang dapat digunakan dalam mengkloning harddisk seperti Clonezilla. Clonzilla merupakan sofware berbasis linux, walau begitu bisa digunakan juga untuk Windows. Atau Parted Magic yang kali ini paseban gunakan untuk memberikan tutorial cara kloning harddisk. Software-software ini merupakan software gratis, jadi downloadlah sekarang.

Mengkloning harddsik dengan menggunakan Parted Magic tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah. Bila Anda merasa "buta komputer” sebaiknya jangan coba cara kloning harddisk ini. Atau kalau tetap pingin mengkloning harddisk ajak teman yang mengerti komputer agar bisa konsultasi atau membantu Anda melakukan proses kloning. Atau bila Anda benar-benar ingin mengetahui caranya dengan belajar sendiri, mari ikuti cara-cara yang dipaparkan step-by-step nya. Proses ini menggunakan live CD dan berjalan pada OS Linux, Mac, dan Windows.

Langkah pertama: siapkan harddisk

Untuk mengkloning harddisk kita membutuhkan dua buah harddisk. Yang pertama merupakan harddisk yang mau dikloning dan yang kedua untuk tempat kloningan. Sederhananya yang disalin dan tempat salinan. Kita sebut harddsik yang di salin dengan A dan tempat salianan B agar lebih mudah mengingatnya.

Kedua harddisk ini (A dan B) pertama-tama haruslah terhubung ke PC Anda. Berarti salah satu harddisk lagi yang butuh di sambungkan ke PC karena harddisk A sudah tersambung ke PC. Bila Anda tidak memiliki slot harddsik untuk harddisk B kita bisa menggunakan konektor USB. Alat ini mudah ditemukan di toko-toko elektronik atau bila punya teman teknisi komputer bisa meminjam dari beliau. Setelah kedua harddisk terhubung ke PC Anda saatnya membutuhkan software yang kita butuhkan.

Langkah kedua: Burn dan Boot Parted Magic

Sebelum memulai kita terlebih dahulu harus membuat salianan bootable dari Parted Magic, jadi downloadlah Parted Magic dalam bentuk ISO. ISO merupakan file yang berbentuk CD virtual yang akan mempermudah kita disk di Windows, Mac, atau Linux. Untuk membaca file ISO ini kita membutuhkan software tambahan seperti ImgBurn yang bisa di download di sini secara gratis. Tinggal klik kanan file Parted Magic tersebut dan pilih burn. Jangan lupa siapkan CD kosong untuk itu.

Jika Anda tidak memiliki CD-Drive atau tidak ingin menggunakan CD-Drive bisa menggunakan USB flashdisk dengan menggunakan uNetBootin. Jadi Anda bisa boot Parted Magic dari flasdisk sebagai pengganti CD-Drive.

Selanjutanya restart komputer Anda kemudian pilih boot drive CD atau flashdisk. Bila menggunakan CD-Drive jadikan primary boot CD-Drive, bila menggunakan flashdisk jadikan USB flasdisk sebagai primary boot. Namun tidak selamanya nama primary boot sebagai driver utama pada komputer. Bila tidak mengerti tanya teman yang lebih mengerti mengenai booting drive. Setelah selesai merestart, tampilan di desktop Anda akan berbeda dari sebelumnya. Jangan panik, ini mudah digunakan. Ada beberapa menu yang tersedia di tampilan tersebut seperti membuat partisi dengan partition editor, mozilla, file manager dan lain-lain. bila tidak membutuhkan hal tersebut, mari kita lanjutkan kelangkah berikutnya.

Langkah ke Tiga: mengkloning

Sekarang saat untuk mengkloning harddisk Anda. Double klik icon "Disk Cloning” pada layar Anda dan akan menampilkan antarmuka yang berbasis text. Jangan panik lagi karena proses ini tidak sulit. Gunakan tombol panah pada keyboard untuk navigasi, spasi untuk memilih dan ENTER untuk mengkonfirmasi pilihan Anda.

Pilihan pertama: cloning an image merupakan cara membackup dan secara umum dianggap aman, cloning to another drive adalah cara tercepat untuk mengkloning dari satu harddisk ke harddsik lain.

Catatan untuk nama drive: tidak akan ada nama drive yang biasa Anda lihat seperti C:, D: atau yang lain. Drive tersebut akan diberinama sda1, sda2, sdb1 baru kemudian diikuti nama sebenarnya seperti yang pada Windows. SD merupakan singkatan dari storage device. Cara ini memberikan infoemasi kepada kita mana partisi yang aktif dan mana yang tidak, atau partisi mana yang sedang dipilih atau yang sedang di otak-atik. Cara lain untuk mengetahui drive yang ada adalah jumlah space yang ada pada drive tersebut karena kita sebagai pengguna pasti tahu seberapa besar space untuk drive C:, D: dan lain-lain.

Bila Anda benar-benar mengikuti cara-cara kloning harddisk yang ada disini tidak akan terjadi masalah. Namun bila Anda agak ragu atau benar-benar tidak tahu cara-cara yang dijelaskan diatas, lebih baik panggil teman Anda yang lebih faham mengenai komputer. [RIC]