Etika Jejaring Sosial

09 Sep 2012 11:00 | Hits: 2410

Lima Etika Jejaring Sosial Dasar yang Harus Anda Ketahui

Lima Etika Jejaring Sosial Dasar yang Harus Anda Ketahui

Masih ingatkah Anda mengenai sebuah kasus yang baru-baru ini menjadi perbincangan banyak orang yang melibatkan dua orang public figure di Negara Kita yang diakibatkan oleh kicauan di Twitter-nya. Memang beberapa tahun terakhir ini, Indonesia seolah-olah terserang virus berbagai macam jejaring sosial. Hal ini bukan tanpa alasan karena situs jejaring sosial menawarkan berbagai kemudahan untuk berinteraksi dengan orang-orang di seluruh dunia dan juga inovasi baru dalam berkomunikasi dimana jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah.

Mereka yang menggunakan jejaring sosial ini bebas berekspresi untuk mengungkapkan apapun. Tetapi seringkali sekarang ini banyak terjadi kasus kebebasan berekspresi yang "kebablasan” dengan menuliskan kata-kata yang menyinggung perasaan orang. Sebagai bangsa Indonesia yang terkenal akan keramah-tamahannya akan lebih baik juga bangsa Kita bisa menjaga etika ketika masuk ke dunia jejaring sosial. Berikut akan diulas beberapa etika jejaring sosial yang harus Anda ketahui:

Batasi Informasi Pribadi

Jika diperhatikan hampir semua orang di jejaring sosial entah itu Paseban dan Twitter senang berbagi hal-hal pribadi seperti apa yang sedang dilakukan ataupun apa yang sedang dialami entah itu perasaan senang, sedih atau marah. Namun bukan berarti Anda bisa begitu saja mencerikan semua hal yang terjadi pada diri Anda di jejaring sosial karena tentunya ada hal-hal sensitive dan privasi yang sebaiknya hanya diketahui oleh diri Anda sendiri. Karena Anda pasti tidak menginginkan hal-hal yang Anda ceritakan di jejaring sosial di salah-artikan atau di salah gunakan yang mungkin bisa berakibat merugikan Anda sendiri.

Perhatikan Penggunaan Bahasa

Jika dulu ada ungkapan "mulutmu harimaumu” maka sekarang bisa sedikit digeser menjadi "Twitter/ Paseban-mu hariamumu” karena kicauan-kicauan di dua jejaring sosial inilah yang sering bermasalah. Status-status bermasalah ini biasanya diakibatkan oleh curahan hati seseorang yang diungkapkan menggunakan bahasa yang tidak pantas dan kasar yang memang ditujukan untuk menyinggung orang lain. Jika orang yang merasa dihina tersebut melaporkan perbuatan ini ke pihak berwajib maka hampir bisa dipastikan sang pembuat status akan memiliki catatan criminal. Ada juga satu kasus dimana seseorang membuat status update menggunakan bahasa Inggris agar terkesan lebih keren namun ternyata kata-kata tersebut salah menggunakan grammar kesimpulannya adalah bukannya tampil keren melainkan memalukan diri sendiri.

Perhatikan Status yang Memberitahu Lokasi

Seringkali Kita mengupdate status dengan mencatumkan lokasi dimana Kita berada namun tahukah Anda ini bisa saja berakibat fatal jika ada orang-orang di sekitar Anda memiliki maksud yang tidak baik. Untuk menghindari hal ini sebaiknya Anda mulai memperhatikan penggunaan aplikasi check in place seperti Foursquare dan hindari mengupdate status dan check in place ketika Anda sedang sendirian di rumah atau sedang mengambil uang dari bank/ ATM.

Pahami Perbedaan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa orang bebas mengekpresikan apa saja di jejaring sosial sebagai contoh menyatakan pendapatnya akan sesuatu hal. Namun seringkali hal ini berujung dengan perang pendapat dengan sesama pengguna jejaring sosial bahkan yang tidak kenal sebelumnya. Walaupun tidak ada larangan untuk mempertahankan pendapat sendiri tetapi sadarkah Anda dengan melakukan perang pendapat bisa membuat diri Anda lelah baik itu secara emosi dan fisik karena marah-marah bisa membuat energy tubuh Anda cepat habis. Jadi pastikan Anda membuka mata, telinga, pikiran dan hati begitu memasuki dunia jejaring sosial.

Hindari Membuat Status yang Berbau SARA dan Pornografi

Dunia jejaring sosial bukan hanya milik orang remaja dan dewasa saja, anak-anak pun sekarang sudah memiliki akun situs jejaring sosial. Anak-anak ini cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi tentang apa yang dituliskan atau yang menjadi hot issue di jejaring sosial. Karena itulah para orang dewasa sebagai orang yang lebih tua dan berpendidikan dibandingkan dengan anak-anak sebaiknya menghindari membuat status atau mengirimkan link yang mengandung SARA dan pornografi. Hindari juga membuat lelucon-lelucon yang berbau SARA atau menjadikan keluarga sebagai bahan lelucon karena mungkin ada beberapa orang yang bisa memahami ini namun ada juga yang bisa tersinggung.

Penjelasan-penjelasan di atas bisa dibilang dasar etika di dunia jejaring sosial yang setidaknya harus Anda pahami. Intinya adalah bijaklah dengan perkataan Anda sendiri karena dari perkataan dan perbuatan diri sendirilah akan mencerminkan pribadi Anda yang sesungguhnya. [FJ]